Jumat, 25 November 2011

KARYA ILMIAH REMAJA


mau liat ga kir pertama aku *tapi jgn ketawa yah* silahkan dibacaaaa~ haha
KONTRIBUSI PERUSAHAAN MIGAS TERHADAP PEMBANGUNAN DAERAH
            PERTAMINA adalah salah satu perusahaan yang mengelola serta memanfaatkan sumber daya alam terkhusus minyak bumi dan gas alam. Bisa dibayangkan bagaimana kerja keras PERTAMINA dan orang-orang yang ada di dalamnya untuk memastikan ketersediaan salah satu sumber energi utama Bangsa ini, yaitu BBM dan bahan turunannya, ke seluruh pelosok negeri. Bukanlah sebuah pekerjaan mudah untuk melakukan tugas tersebut. Pertamina juga mendukung upaya-upaya untuk memajukan masyarakat baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan dan terutama pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain peduli terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat pertamina juga peduli terhadap penderitaan masyarakat akibat bencana alam yang terjadi.Yang  memberikan banyak kontribusi terhadap pembangunan daerah terkhususnya daerah Prabumulih. Suatu Perusahaan yang berdiri disuatu daerah akan memberikan dampak baik maupun dampak buruk terhadap suatu daerah tersebut.
            Suatu Perusahaan yang dibangun atau beralokasikan didaerah tertentu memerlukan sumber daya manusia untuk memperlancar pengelolaan serta kerja perusahaan tersebut. PERTAMINA tentunya juga akan memperkerjakan orang-orang yang ada disekitar Perusahaan untuk dijadikan tenaga kerja, sehingga hal tersebut dapat mengurangi angka pengangguran yang ada didaerah ini terkhusus Prabumulih. Kontribusi PERTAMINA juga dapat menghasilkan devisa negara dan dana APBN yang dapat digunakan untuk kepentingan Negara maupun Daerah didalamnya. Contohnya untuk keperluan pembangunan, infrastruktur daerah, fasilitas masyarakat serta sarana dan prasarana lain yang dibutuhkan Negara maupun Daerah. Perkembangan perekonomian masyarakat dan terciptanya transaksi bisnis juga mengakibatkan hadirnya sektor jasa keuangan seperti bank didaerah sekitar PERTAMINA. Peran PERTAMINA sangat besar dalam mengembagkan dan memajukan wilayah-wilayah disekitar daerah operasinya.
            PERTAMINA sebagai wadah yang mengelola Sumber Daya Alam dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan membantu masyarakat daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM dan Gas untuk keperluan sehari-hari, kendaraan, industri dan lain-lain.
Dibidang Pendidikan PERTAMINA juga sangat peduli akan Pendidikan yang ada disuatu daerah terkhusus daerah Prabumulih. PERTAMINA dapat mengayomi serta membantu masyarakat yang kurang mampu serta anak-anak yang putus sekolah dengan memberikan beasiswa kepada anak-anak yang kurang mampu. Terkadang banyak kita temui anak-anak jalanan yang memiliki potensi yang besar tetapi karena kesulitan ekonomi maka mereka terpaksa harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka hidup. PERTAMINA memberikan mereka suatu beasiswa agar mereka dapat bersekolah selayaknya seperti anak-anak yang lain. Dengan adanya beasiswa tersebut dapat memicu semangat anak-anak tersebut belajar dan selalu rajin untuk terus bersekolah dan mencari ilmu setinggi mungkin walaupun mereka berada dalam kondisi keluarga yang kurang mampu.
Dibidang kesehatan pada saat ini masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan serta pengobatan juga sudah termasuk cukup mahal. Jadi hanya orang yang mampu saja. Fenomena tersebut merupakan dampak sosial yang harus dikelola oleh PERTAMINA sebagai bagian dari masyarakat. Dalam memecahkan permasalahan sosial ini melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) masyarakat dapat merasakan langsung bentuk kontribusi perusahaan terhadap masyarakat, sehingga masyarakat dapat merasakan kegiatan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial masyarakat.
            PERTAMINA juga sering melakukan kegiatan-kegiatan kepedulian akan masyarakat-masyarakat yang tinggal didaerah terpencil (primitif). Dengan mengadakan acara sosialisasi serta pembagian sembako maupun hal yang lain. Sehingga itu dapat sedikit membantu masyarakatnya.
            Semenjak pemerintah menetapkan bahwa bahan bakar untuk masak bukan lagi minyak tanah tetapi beralih ke gas elpiji membuat sebagian masyarakat bingung dan banyak sekali masyarakat yang belum mengerti dan memahaminya. PERTAMINA sebagai pemproduksi gas elpiji sangat diperlukan perannya dalam memberitahu cara pemakaian yang baik agar tidak terjadi hal-hal yag tidak diinginkan. Seperti yang kita ketahui banyak terjadi kasus-kasus meledaknya gas elpiji akibat ketidaktahuan  masyarakat serta kesalahan-kesalahan yang fatal dilakukan oleh masyarakat dalam hal penggunaan nya. Tetapi  PERTAMINA telah melaksanakan kewajibannya sebagai pemproduksi memberikan pengetahuan informasi tentang gas elpiji ini dengan cara mensosialisasikannya. Sosialisasi ini sangat membantu masyarakat karena dengan cara begini masyarakat dapat mengetahui cara pemakaian gas elpiji yang baik agar tidak terjadi kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan.
Seperti yang kita ketahui bahwa minyak bumi dan gas adalah sumber daya alam yang langkah. Jika kelangkaan tersebut terjadi, PERTAMINA beserta Pemerintah Daerah harus mampu menangani masalah yang akan terjadi tersebut. Peranan masyarakat pun sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan minyak bumi dan gas. Salah satu solusi nya yang mungkin dapat mengantisipasinya dengan memanfaatkan suatu hal yang mungkin sangat lumrah untuk dijadikan  bahan bakar alternatif. Tentunya dengan pengetahuan-pengetahuan yang tinggi serta keterampilan yang baik.
Dan demikianlah dari beberapa hal diatas, dapat dilihat bahwa banyak sekali sumbangsi yang telah diberikan PERTAMINA terhadap Negara ini terkhusus daerah Prabumulih. Baik dibidang ekonomi, pendidikan, kesehatan serta yang lainnya. Semua itu tidak terlepas dari hasil kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah dengan Perusahaan PERTAMINA tersebut. Selain dari kontribusi-kontribusi yang telah ada kita juga harus memikirkan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang dalam mengantisipasi kelangkaan Sumber Daya Alam terkhusus minyak bumi dan gas alam. Dan dalam hal ini peran Pemerintah, pengelola perusahaan maupun peran masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

Sabtu, 29 Oktober 2011

SEJARAH PRAMUKA

Sejarah Pramuka
Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.
Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.
Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.
Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).

Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran
 Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.
     Kelahiran Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :
1.    Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
2.    Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkanGerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
3.    Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
4.    Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.
[sunting]Gerakan Pramuka Diperkenalkan
Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.
Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.
Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.
Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.
Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.
Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.
Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.
Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.

Jumat, 28 Oktober 2011

Cara Memotivasi Diri

Motivasi diri sendiri sangatlah diperlukan tatkala kita akan memulai sebuah aktivitas atau suatu kegiatan, motivasi diibaratkan juga suplemen tambahan yang muncul dari dalam diri kita untuk lebih siap dan mampu menjalankan aktivitas tersebut dengan lancer dan menghasilkan hasil secara maksimal. Contohnya adalah kita memotivasi diri kita sendiri untuk berangkat ke kantor dimana diri kita bekerja atau seorang pelajar memotivasi dirinya sendiri agar supaya dirinya lebih bersemangat untuk menuju sekolah. Cara memotivasi diri sendiri, dapat dilakukan dengan beberapa langkah, antara lain :

1. bicarakan rencana anda pada pasangan
ini dimaksudkan agar supaya pasangan anda mengetahui rencana apa saja yang teah anda susun, dengan begitu pasangan anda akan mengingatkan anda atas rencana anda tersebut dan agar supaya pasangan anda akan mensuport apa yang anda rencanakan. Dengan demikian motivasi dalam diri kita akan muncul untuk menyelesaikan rencana tersebut.

2. menciptakan sebuah hasrat yang kuat
artinya adalah lihat apa saja yang akan anda hasilkan apabila kita melakukan aktivitas tersebut, bayangkan hasil yang akan kita peroleh. Ini akan menumbuhkan motivasi yang tinggi dalam diri kita.

3. miliki rasa sakit
dengan membayangkan hal apa saja yang dapat kita peroleh jika kita tidak bersungguh sungguh dalam menjalankan aktivitas. Misalnya: kita kena sangsi apabila terlambat, skors dll.

4. buatlah ketertarikan
dengan menelaah lebih jauh tentang pekerjaan anda, dapat memunculkan rasa ketertarikan dalam diri anda pada aktivitas tersebut. Adanya ketertarikan tersebut secara otomatis memunculkan motivasi dalam diri kita

5. langkah kecil untuk besar
diibaratkan kita mengambil dedaunan yang jatuh di halaman rumah kita satu persatu hingga halaman rumah kita bersih dan kembali indah, hal tersbut diibaratkan juga dalam setiap akivitas kita. Langkah yang kita pandang kecil namun berulang, akan menadi sesuatu hal yang besar. Ini juga dapat menjadikan motivasi kita tumbuh.

6. perlukan daya dan tenaga
aspek energi dalam tubuh kita sangatlah mutlak diperlukan untuk menumbuhkan motivasi kita. Motivasi akan mudah muncul jika tubuh kita fress,bugar,sehat. Untuk itu diperlukan olahraga dan tidur secara teratur.

7. miliki kesimbangan mental
yang tak kalah pentingnya dengan hal diatas adalah terbebasnya diri kita dari sebuah tekanan, baik itu dari external (atasan,lingkungan sekitar dll) jikalau masih ada yang mengganjal pikiran, lakukan aktivitas yang relative mudah dahulu dan jika fikiran kita sudah kembali segar atau menemukan mood kita, selesaikan hal hal atau aktivitas yang sulit dan penting.

Coba lakukan langkah langkah cara memotivasi diri sendiri seperti diatas dan manfaatkan hasilnya untuk diri anda.

Sabtu, 02 Juli 2011

Renungan Buat Kita~

Guys ini sedikit cerita buat kalian :) semoga kita bisa memaknai dan mempelajari dari cerita ini :')



KISAH 2 EKOR KODOK
Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan. Malangnya, dua di antara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. Kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati.

Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati.

Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati.

Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat sedapat mungkin. Sekali lagi kerumunan kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha
dan mati saja.

Dia bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil. Akhirnya, dengan sebuah lompatan yang kencang, dia berhasil sampai di atas.

Kodok lainnya takjub dengan semangat kodok yang satu ini, dan bertanya "Apa kau tidak mendengar teriakan kami?" Lalu kodok itu (dengan membaca gerakan
bibir kodok yang lain) menjelaskan bahwa ia tuli.

Akhirnya mereka sadar bahwa saat di bawah tadi mereka dianggap telah memberikan semangat kepada kodok tersebut.

Apa yang dapat kita pelajari dari ilustrasi di atas?

Kata-kata positif yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" justru dapat membuat orang tersebut bangkit dan membantu mereka dalam menjalani hari-hari. Sebaliknya, kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" dapat membunuh mereka. Hati hatilah dengan apa yang akan diucapkan.

Suarakan 'kata-kata kehidupan' kepada mereka yang sedang menjauh dari jalur hidupnya. Kadang-kadang memang sulit dimengerti bahwa 'kata-kata kehidupan' itu dapat membuat kita berpikir dan melangkah jauh dari yang kita perkirakan.

Semua orang dapat mengeluarkan 'kata-kata kehidupan' untuk membuat rekan dan teman atau bahkan kepada yang tidak kenal sekalipun untuk membuatnya
bangkit dari keputus-asaanya, kejatuhannya, kemalangannya.

Sungguh indah apabila kita dapat meluangkan waktu kita untuk memberikan spirit bagi mereka yang sedang putus asa dan jatuh